Review Menstrual Pad Reusable

noted : women only

Seperti yang aku tulis sebelumnya, terkait usahaku untuk mengurangi sampah lingkungan dengan mengompos sampah dapur dan mengurangi penggunaan wadah plastik sebisa mungkin, kali ini aku ingin menceritakan pengalaman menggunakan pembalut kain aka menstrual pad reusable.

Sampah pembalut tidak bisa dianggap remeh bagi kaum wanita, karena itu merupakan suatu kebutuhan bulanan bagi wanita produktif. Berdasarkan data BPS di Indonesia sendiri ada 86 Juta jiwa wanita yang sedang pada masa produktifnya, bayangkan jika 86 juta jiwa ini masing masing menggunakan minimal 7 pembalut sekali setiap bulannya, berapa tinggi tumpukan pembalut yang dihasilkan?

Sebelum mengambil keputusan untuk menggunakan pembalut kain aka menstrual pad reusable, aku sempat tertarik untuk mencoba menstrual cup yang kala itu sempat booming, namun karena batinku kurang berani untuk suatu perubahan besar jadi aku mencari-cari cara antara tidak menambah sampah pembalut dan juga nyaman digunakan. Akhirnya aku menemukan pembalut kain (seperti kembali ke masa lampau).

Menurutku setelah 4 bulan menggunakan pembalut kain ini, aku merasa lembut, nyaman, dan tidak bocor. Mengapa demikian? Karena pembalut kain yang aku pilih ini memiliki 4 lapisan yang sesuai dengan kebutuhan kewanitaanku. Lapisan pertama adalah kain lembut (maaf nggak kenal jenis kain) yang sangat menyerap, tidak lepek, dan yang paling aku suka adalah tidak menimbulkan iritasi di area kewanitaanku. Lapisan kedua adalah kain yang bentuk dan daya serapnya menyerupai handuk, dia ditugaskan menampung semua serapan yang diserap oleh lapisan pertama. Lapisan ketiga adalah lapisan insert, lapisan ini bisa dipasang dan dilepas. Lapisan keempat adalah semacam kain yang ada unsur plastiknya, dan inilah yang menjamin anti bocor dari pembalut kain ini.

Untuk tingkat kenyamanan aku suka sekali, jika diibaratkan ketika menggunakan pembalut kain ini terkadang aku lupa sedang datang bulan karena sekering dia menyerap. Namun tentu saja ada beberapa hal yang sedikit menyusahkan jika kita menggunakan pembalut kain ini.

Untuk yang mobilitasnya tinggi dan sering diperjalanan jauh tentu akan kesulitan untuk mengganti pembalut kain. Tetapi bukan berarti pembalut ini sulit dibersihkan, justru entah menggunkan kain jenis apa yang ia tidak meninggalkan noda-noda apapun (catat dalam pemakaian 3 kali datang bulanku, ya).

Hal lain yang sedikit mengganggu adalah kaitannya yang terbuat dari kancing, jadi ketika kita melepas pembalut tersebut untuk buang air, ia akan letoy hihihi, berbeda dengan pembalut biasa yang tentu perekatnya dari atas sampai bawah. Menurutku secara pribadi tidak terlalu masalah, dan masih bisa diwajarkan.

Sebagus apa sih produk ini? Menurutku aku oke banget sama produk ini. Selain daya serapnya yang oke, tidak lembab, ia juga tentu tidak mengandung bahan kimia seperti pembalut sekali pakai yang bisa menimbulkan iritasi.

Ada 3 jenis ukuran pembalut kain ini penti, day, dan night, biasanya aku untuk hari pertama dan kedua menggunakan night, dan selanjutnya menggunakan yang day, tergantung keadaan. Untuk aku, biasanya aku ganti pembalut ini 3-4 kali dalam satu hari, kembali lagi tergantung situasinya.

Setelah penggunaan biasanya ketika hendak mencuci aku tinggalkan dulu untuk direndam seperti 30 menit, baru kemudian dicuci seperti yang aku ceritakan sebelumnya sampai saat ini masih belum ada flek yang tertinggal di pembalut kain ku. Aku memilih pembalut yang motifnya lucu-lucu sehingga tidak begitu mengganggu pemandangan ketika dijemur. Berdasarkan yang aku ketahui pembalut kain ini berusia 2 tahun pemakaian, tentu lebih sedikit sampah dibandingkan dengan pembalut sekali pakai.

Apakah aku merekomendasikan ini?

TENTU SAJA. It’s a good product

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *