Love Language BY Gary Chapman

Dalam berhubungan, setiap hubungan mengharapkan kebahagiaan dan rasa saling melengkapi. Namun kadang ditemukan beberapa kasus dalam hubungan dimana pasangan sudah berusaha mengungkapkan rasa cinta kepada pasangannya tapi masih merasa kurang, dan rasanya ungkapan tersebut belum tersampaikan secara utuh. Kadang banyak pasangan yang tidak mengerti apa yang ‘salah’ dalam bahasa cintanya, atau kadang menyalahkan pasangannya yang kurang pengertian, bahkan menyalahkan diri mereka sendiri yang merasa kurang cukup.

Sering terdengar ungkapan “kurasa pasanganku tidak begitu mencintaiku”, sedangkan pasangannya mengatakan “aku bingung apa lagi yang harus aku lakukan, kurasa aku sudah melakukan segalanya untuk pasanganku”. Maka dibutuhkan sebuah jalan tengah untuk saling mengerti satu sama lain, agar bisa mendengar bahasa cinta satu sama lain dan lebih memahami kebutuhan masing-masing.

Aku menemukan buku tulisan DR. Gary Chapman, seorang konsultasi penikahan yang menemukan kategori Bahasa cinta “love language” dalam bukunya “The heart of the 5 love languages – the secret to love that lasts” yang menjadi 1# New York times bestselling book.

Dalam bukunya DR. Gary Chapman menemukan, orang dengan personaliti yang berbeda, berbeda pula mengungkapan perasaan cintanya, juga berbeda dalam hal-hal yang membuatnya merasa dicintai.

Dalam bukunya DR. Gary Chapman mengkategorikan Bahasa cinta dalam lima kategori:

  • Word of affirmation (ungkapan penegasan)

Sikap tidak selamanya lebih jelas daripada kata-kata. Ketika seseorang Bahasa cintanya adalah love of affirmation, artinya pujian dan ungkapan cinta sangat berkesan untuknya. Ketika mendengarkan ‘I love you,’ ia akan merasa sangat terkesan dan bahagia. Begitu juga dengan kata-kata dukungan,  dan ucapan manis akan sangat membuatnya merasa dicintai secara utuh.

Hal yang paling menyakitkan untuk orang yang Bahasa cintanya love of affirmation adalah, sikap cuek dan acuh dari pasangan, kata-kata kasar, dan janji yang tidak ditepati. Hal hal tersebut akan sangat menyakiti perasaannya.

  • Act of service (tindakan pelayanan)

Membatu pekerjaan rumah bisa menjadi sebuah bahasa cinta? Tentu saja. Hal yang paling ingin didengar dari orang yang bahasa cintanya act of service adalah ‘sini aku bantu’, ‘biarkan aku mengerjakan ini untuk mu’. Ia akan merasa sangat dicintai ketika pasangannya membantu dan melayani kebutuhannya.

Hal yang paling dibencinya adalah pasangan yang malas, ingkar janji dan menambah jumlah pekerjaannya. Ketika seseorang melayani, bekerja untuk membantunya, maka ia akan merasa sangat bahagia dan lengkap.

  • Quality time (waktu berkualitas bersama)

Seseorang yang Bahasa cintanya quality time sangat menyukai waktu bersama,  tanpa harus untuk melakukan sesuatu hanya cukup ada dan bersama begitu saja. Seperti menikmati makan bersama di rumah tanpa gangguan handphone, atau duduk bersama tanpa adanya tayangan di televisi.

Hal yang paling menyakitkan bagi seseorang dengan Bahasa cinta Quality time adalah, janji yang dibatalkan, gangguan fokus, dan pasangan yang terlalu sibuk. Ketika ia bercerita ringan dan merasa didengarkan itu adalah hal yang paling membahagiakan baginya.

Dan ini adalah Bahasa cintaku BTW

  • Physical Touch (Sentukah Fisik)

Bahasa cinta ini bukan selalu berarti berhubungan suami istri, ataupun berciuman. Orang -orang yang bahasa cintanya Physical Touch sangat menyukai hal-hal seperti berpegangan tangan, bersandar di bahu, ditepuk atau dielus ketika tidur, memeluk dan lainnya. Bahasa jawanya ndusel ndusel.

Hal yang paling menyakitkan bagi orang yang bahasa cintanya physical touch adalah adanya penolakan, terjadinya kekerasan fisik, dan kurangnya belaian sayang dari pasangan.

  • Receiving gift (Menerima Hadiah)

Bukan berarti matrealistis, Orang dengan bahasa cinta receiving gift ini sangat menyukai kejutan, dan akan sangat merasa terkesan jika pasangannya sering memberikan hadiah-hadiah kejutan kecil di hari-harinya. Ketulusan dan usaha adalah kata kunci untuk bahasa cinta ini.

Hal yang paling menyakitkan adalah melupakan hari-hari special seperti ulang tahun, anniversary, dan memberikan hadian yang tidak tulus.

Dalam bukunya DR. Gary Chapman mengatakan, ketika seseorang memiliki satu bahasa cinta, bukan berarti keempat bahasa cinta lainya tidak penting. Hanya saja ia akan merasa lebih tersanjung ketika mendapatkan bahasa cinta nya.

Secara pribadi bahasa cintaku adalah Quality Time, dimana aku akan sangat menyukai dan menghargai bersama pasangan meskipun tanpa harus melakukan sesuatu yang special, tentu aku juga akan lebih sempurna jika melakukan sesuatu bersama pasangan.

Ingin mengetahui bahasa cintamu dengan pasangan. Cobalah mencoba quiz yang telah disediakan DR. Gary Chapman di websitenya, dan rasakan kesempurnaan merasa dicintai versi kamu sendiri

https://www.5lovelanguages.com/

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *