Kebaikan Ramadan Dari Rumah

Kebaikan ramadan dari rumah

Aku dan suami mengawali ramadan dengan penuh kesibukan. Sibuk menyesuaikan diri dengan keadaan. Bisnis yang menompang kami dari awal pernikahan tenggelam sejak virus covid-19 mewabah. Awal bulan Maret 2020 hidup kami berubah. Tidak, ini bukan cerita menyedihkan tapi cerita perjuangan dan penyesuaian.

Sektor pariwisata adalah sektor paling terdampak oleh virus covid-19, padahal kami baru membangun bisnis travel dan sedang gencar-gencarnya promosi dan berinovasi.

Ramadan tiba, kami masih sibuk dalam penyesuaian. Seribu cara kami gunakan untuk mengumpulkan rupiah sekedar untuk melanjutkan kehidupan, menjaga diri tanpa hutang, dan berharap tidak terlalu mengguncang dana tabungan.

Usaha jualan online

Suami jadi driver gojek, produksi susu kurma, jualan wedang uwuh, akupun buka katering untuk nasi kotak, melayani belanja online sayur dan buah, dan juga masih menerima pesanan ketikan sekali dua kali.

Kebaikan Ramadan tahun ini terasa lebih hangat untuk kami berdua. Saling menyumbang ide, mencoba peruntungan baru dan saling mendukung satu sama lain.

Karena 24 jam bersama kami berdua banyak berbagi tugas, kadang suami membantu mencuci baju sementara aku menyiapkan pesanan nasi box. Ada kalanya suami menyiapkan susu kurma, aku sedang memasak untuk berbuka. kebaikan ramadan inilah yang menjauhkan kami dari cerita keluh-kesah karena kami terlalu sibuk saling mendukung.

Nasi box orderan donatur

Secara ekonomi tahun ini kami belum bisa sedekah melalui uang, jadi kami niatkan nasi box pesanan pelanggan, kami maksimalkan untuk bisa memberikan yang terbaik dalam setiap bungkusnya. Berharap meskipun bukan materil tapi niatan dan tenaga kami bisa menjadi kebaikan ramadan di dalam setiap bungkus nasi kotak.

Kebaikan ramadan ini seperti efek domino, seorang donatur memberikan bantuan dengan niatan baik, kami masak dengan menyajikan makanan yang terbaik, lalu disalurkan dan diterima oleh mustahiq dengan baik pula.

Semenjak virus Covid-19 mewabah banyak sekali orang-orang sekitar kami, bahkan kamipun tiba-tiba bertranformasi menjadi penjual online. seperti konsep ‘Barter‘ kata suamiku, dimana kami membeli salah satu produk teman kami, dan teman kami juga membeli produk yang kami jual. menjaga perputaran roda ekonomi UMKM dan mendukung bisnis teman. Kebaikan ini sangat sulit ditemui sebelum covid-19 tiba, biasanya kami menjalani bisnis di sektor yang berbeda dan klien yang berbeda pula. Satu lagi kebaikan yang kami rasakan semenjak covid-19 mewabah.

Meski virus covid-19 ini mewabah, kemanusiaan dan kehidupan sosial tetap harus dipertahankan. Saling berbagi, mengambil posisi dalam kebaikan ramadan demi pertahanan umat manusia menghadapi ujian.

Tentu cerita ramadan di rumah setiap orang berbeda-beda. kita dalam badai yang sama tapi tidak dalam kapal yang sama, saling membantu agar bisa bertahan sampai virus covid-19 ini berakhir adalah cara terbaik untuk menjaga kemanusiaan dan kehidupan sosial.

Menjaga kemanusiaan dan kehidupan sosial sangatlah penting. Ada yang lebih menakutkan daripada virus covid-19 yaitu, kesenjangan sosial yang berujung pada kelaparan sehingga menghilangkan akal sehat dan terjadilah penjarahan, pencurian dan kekerasan. Nauzubillah min zalik

Ramadan ini datang seperti anugerah Allah ditengah covid-19, dimana kebaikan bulan ramadan akan lipat gandakan daripada kebaikan-kebaikan di bulan lainnya. Sehingga semua orang berlomba-lomda dalam kebaikan dan siapapun tidaklah pantas untuk kelaparan di bulan ramadan ini.

Prinsip kepercayaan terhadap rizki allah yang selalu ada untuk setiap hambanya yang masih bernafas harus dipegang teguh. Seperti yang telah disampaikan oleh aa’ Gym; Rizki kita adalah yang kita makan, yang kita pakai, dan yang kita berikan.

Virus covid-19 bukanlah alasan untuk berhenti berbuat baik, karena kebaikan tidaklah hanya datang dari segala sesuatu yang bersifat matrealistis. Justru Covid-19 di bulan ramadan ini bisa memberikan kita kesempatan untuk melakukan kebaikan-kebaikan beragam lainnya.

#CeritakuDariRumahDDSulsel

#BlogCompetitionCeritakuDariRumah

tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition “Ceritaku Dari Rumah” yang diselenggarankan oleh Ramadan Virtual Festival dari Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.

You may also like

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *