Instrumen Investasi : Surat Berharga Negara

Pernah dengar Surat Berharga Negara atau Surat Hutang Negara?

iya jadi negara kita ini memberikan kesempatan kepada warga-nya untuk membantu memenuhi kebutuhan anggaran negara dalam bentuk surat hutang negara. Hasil dari surat hutang negara ini akan menjadi APBN, yang dikelola untuk membantu pembangunan dan pengembangan negara kita, misal membangun jalan Tol, membangun rumah sakit, bahkan membantu menyalurkan beasiswa prestasi melalui LPDP.

Konsep surat hutang negara ini, mirip dengan konsep Deposito (surat hutang bank), bedanya surat hutang negara ini negara yang meminjam ke kita, sedangkan deposito bank yang meminjam ke kita. Setiap bulannya baik surat hutang negara maupun deposito akan memberikan bagi hasil/bunga/imbal hasil, dan juga keduanya memiliki masa jatuh tempo.

Surat hutang negara biasanya memiliki presentase bunga lebih tinggi dari deposito, dan potongan pajaknya lebih rendah dari deposito. Untuk 2020 triwulan pertama ini surat hutang negara memberikan bagi hasil 6.3%, dan pajak 15% perbulan, Sedangkan deposito memotong pajak 20% dengan bagi hasil sesuai kebijakan bank masing-masing namun pastinya lebih rendah dari 6% .

Surat hutang negara Indonesia diterbitkan dalam 4 jenis ; SBR – ORI – SR – ST.

SBR = Saving Bond Ritel

ORI = Obligasi Ritel Indonesia

SR = Sukuk Ritel

ST= Sukuk Tabungan

Sebenarnya keempat surat hutang negara ini sama saja, Hanya berbeda di beberapa fitur saja dan bertujuan agar memudahkan calon nasabah menyesuaikan karakter investasinya.

Pembagian jenis surat hutang negara =

  1. Konvensional : SBR – ORI
  2. Syariahnya : SR – ST (dipantau oleh MUI dengan pengelolaan dana sesuai dengan anjuran syariah)

Berikut penjelasan singkat keempat surat hutang negara:

SBR dan ST tidak dapat diperdangkan, hanya bisa dijual 50% pada masa yang ditentukan atau menanti pengembalian dana ketika jatuh tempo. Karena tidak bisa diperjual belikan bunganya tidak fix (floating with floor) jadi kalau bunga naik dia akan tetap naik, kalau turun dia tidak akan turun.

Ori dan SR bisa diperdagangkan, biasanya tiga bulan setelah beli kamu bisa langsung jual (jika ingin dilepas). Karena bisa diperjual belikan dia ada capital gain dan capital loss. Tapi kalau tidak dijual sampai jatuh tempo maka kamu akan mendapatkan pengembalian dana sesuai investasi + bunga yang kamu dapatkan.

Investasi surat hutang negara ini termasuk pada investasi Low Risk Low Return, karena dilindungi negara jadi kemungkinan gagal bayar sangat kecil, namun ia juga memberikan bagi hasil yang lebih kecil dibandingkan instrument investasi lainnya (P2P, saham, Reksadana) .

Jenis investasi seperti ini cocok untuk yang sering membeli deposito karena bunganya lebih tinggi, namun juga cocok untuk kamu yang uangnya banyak, karena baru akan terasa bagi hasilnya jika investasimu besar, meskipun minimal pembelian biasanya 1jt rupiah.

Berikut simulasi

Simulasi SR 012

Uang yang di investasikan 30.000.000

Imbalan pertahun :

30.000.000 x 6,3% = 1.890.000

Imbalan/bulan =

1890.000 : 12 = 157.500

Pajak/bulan :

157.500 X 15% = 23.625

Imbalan bersih / bulan =

157.500 – 23.625 = 133,875

Dalam jangka 3 tahun.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *