Dana Darurat

Dana darurat adalah sebuah dana simpanan yang kita jaga untuk menghadapi hal-hal yang tidak kita bayangkan terjadi, sedangkan anggarannya tidak termasuk dalam hitungan cashflow bulanan.

Kita membutuhkan dana darurat karena kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi dikemudian hari. Contohnya sekarang seperti kejadian di Jakarta. Jakarta lumpuh karena banjir, kendaraan-kendaraan rusak karena terdampak oleh banjir, rumah-rumah pun berantakan. Dana darurat sangat dibutuhkan pada saat-saat genting seperti ini, demi menjaga kelancaran cashflow.

Dana darurat biasanya digunakan seperti ketika Sakit, dan adanya limit cover asuransi. Terkena PHK atau resign dari pekerjaan, Laptop,mobil atau barang pribadi yang rusak dan tidak dicover asuransi, tren bisnis tidak sesuai harapan, kecelakaan, bencana alam dan masih banyak hal-hal tak terduga lainnya.

Cara menghitung dana darurat secara simple biasanya untuk yang masih single membutuhkan untuk mengumpulkan 3 kali dari jumlah pengeluaran perbulan. Jadi jika sendirian, dan pengeluaranmu 3 juta dalam satu bulan, maka minimal dana daruratmu adalah 9 juta rupiah.

Untuk yang sudah berkeluarga dana darurat dikali-lipatkan dari jumlah anggota keluarga. Jika anggota keluarga kecil ada suami, istri, dan anak satu maka dana darurat yang dibutuhkan adalah 3 kali dari pengeluaran sebulan, dikali 3 anggota keluarga. Jadi jika pengeluaran 4 juta sebulan maka kebutuhan dana daruratnya adalah sebesar 36 Juta rupiah.

Penyimpanan dana darurat harus aman, artinya tidak tergerus oleh suatu keadaan seperti gejolak ekonomi, mudah, artinya kapanpun dan dimanapun kita membutuhkan maka kita mudah untuk mencairkan dananya, dan cepat untuk proses pencairan.

Plot penyimpanan dana darurat bisa disimpan di berbagai tempat, seperti cash, atm tabungan, deposito dengan jangka dan proses pencairan yang mudah, emas, dan obligasi yang bisa di klaim dan jual cepat.

Penyimpanan dana darurat tidak disarankan untuk diletakkan kepada tanah, karena proses penjualannya pasti akan sangat lama, kendaraan, karena nilai kendaraan tersebut akan turun drastis terutama jika dalam penjualan cepat, dan saham, karena sikap harga saham fluktuatif jadi sebaiknya tidak menyimpan dana darurat di saham.

Cara penyimpanan dana darurat bisa dipecah pecah menjadi beberapa bagian, sehingga untuk proses pencairan tidak harus semuanya dicairkan. Contoh: 10/5% cash (yang tidak boleh di sentuh sama sekali, tidak bisa dipinjam untuk membayar listrik atau membeli sayuran), 50% tabungan dengan ATM dan terpisah dari tabungan operasional, dan 40% nya bisa emas, obligasi, dan bisa juga dengan memasukkannya ke deposito dengan syarat tidak dipersulit ketika membutuhkan pencairan.

Dengan membiasakan diri memiliki dana darurat, kita akan terlindungi dari berbagai hal seperti selamat dari kekacauan cashflow pada bulan-bulan genting, selamat dari hutang-piutang, dan melindungi kita juga dari menjual murah asset-aset yang telah kita miliki.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *