Cara Mudah Mengompos Sampah Organik

Mengompos sampah organik adalah solusi terbaik untuk mengelola sampah rumah tangga. Namun masih banyak yang berfikir bahwa mengompos itu merepotkan, dan tidak simpel. Tentu saja mengompos tidak semudah berlangganan pembuangan sampah setiap bulan, tapi mengompos juga tidak sesulit yang dibayangkan orang-orang.

Awalnya aku juga sedikit bingung mau mulai dari mana, metode mengompos apa yang paling cocok untukku. Sampai akhirnya aku menemukan kebun kumara, salah satu akun ig panutanku. Dari mereka aku mengetahui bahwa mengompos itu semudah itu.

Hal yang diperlukan hanyalah wadah dan compost starter.

Wadah yang aku pilih adalah ember bekas cat dengan ukuran paling besar, karena syarat utama tempat untuk wadah kompos adalah memiliki penutup sehingga ia tidak terkena hujan.

Setelah memilih wadah yang tepat, langkah selanjutnya adalah membolongi wadah tersebut, terutama bagian bawahnya (berguna untuk aliran air lindi), dan disampingnya, seperti setengah dari tinggi wadah. yang mana nanti wadah ini akan dimasukkan kedalam tanah/ dikubur kedalam tanah sesuai dengan batas bolongan kita.

Compost starter adalah mikroba yang membantu mempercepat pematangan kompos. Bisa dari pupuk kandang, sekam, serbuk kayu, atau dari sisa kompos yang sudah matang sebelumnya.

Compost starter sebenarnya simpel, tinggal membeli media tanam di toko bunga sekitar rumah, maka didalam tanah media tanam tersebut sudah lengkap kandungan mikroba yang dibutuhkan

Setelah dua proses di atas, maka mengompos sudah bisa dimulai. Peraturannya simple browns – greens, browns – greens (bisa digoogle yang dimaksud browns – greens itu apa). Singkatnya sampah dapur – daun kering, sampah dapur – daun kering, bisa juga sekam atau lainnya.

Berdasarkan pengalaman pribadi, sebagai orang yang masak hampir setiap hari, satu ember cat itu bisa untuk satu bulan, bahkan bisa dua bulan. Mengapa? karena dalam proses pengomposan ia kadang hari ini volumenya hampir penuh, namun dua-tiga hari kemudian volumenya menurun.

Ini adalah bulan keempatku mengompos, dan sampai saat ini aku baru satu kali panen, dan sudah memiliki dua wadah komposter. Sampai saat ini aku merasa puas karena tidak ikut perpartisipasi untuk memenuhi sampah ke TPA, meskipun masih sering sampah plastik tidak bisa dihindari.

Berikut pengeluaran yang aku keluarkan selama mengompos ini :

  • Ember Cat bekas Rp. 25.000
  • Compost starter Rp. 10.000
  • alat nguruk tanah Rp. 5.000

Jadi hanya dengan modal Rp. 40.000, aku merasa sudah cukup mindfulness untuk menyelamatkan bumi dari gas mentana, dan menghemat iyuran sampah setiap bulannya 🙂

Untuk yang belum mencoba selamat mencoba

atau yang sudah mencoba silahkan berbagi cerita mengompos bersama…

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *