Bahaya Saham untuk para Pemula

Cerita investasi saham sering diiklankan di mana-mana, dengan slogan ‘mulai aja dulu’ sehingga menjadi sebuah motivasi anak muda untuk memulai investasi. Sayangnya,terlalu sedikit yang mengajarkan setelah memulai, lalu apa?

Informasi untuk para pemula banyak bertaburan di feed instagram, youtube, dan akun sosial media lainnya. karena banyaknya istilah-istilah awam yang harus dipermudah agar mudah untuk dipahami. tetapi jika kita tela’ah lebih dalam, materi-materi yang dituliskan di sosial media itu hanyalah materi dasar yang sebenarnya tidak begitu berpengaruh dalam proses pengambilan keputusan dikemudian harinya.

Pada akhirnya apapun teori yang dipelajari dan yang diketahui semuanya akan sia-sia jika emosi dan psikologis sang investor tidak terlatih, yang paling utama adalah sisi natural manusia yaitu ‘serakah’/ ‘tidak puas diri’.

Saham adalah pergerakan harga yg bisa naik-turun setiap detiknya. Setiap hari rasanya seperti di atas rollercoaster karena pergerakan harga yang sangat sensitif dengan isu isu ringan, sangat sensitif dengan isu-isu ekonomi makro yang bahkan kadang isu tersebut hanyalah sebuah isu angin kosong saja, tanpa adanya kebenaran. Hal inilah yang menjadi sangat bahaya untuk para investor pemula yang hanya bermodal motivasi motivasi saja.

Rajin belajar, selalu itu yang ditekankan namun semakin rajin belajar semakin banyak yang belum diketahui. paling sakitnya lagi adalah diakhir kesimpulannya ‘tidak satupun tau pergerakan saham‘ ini bukan tebak-tebakan tapi juga terlalu sering terjadinya tidak sesuai perhitungan.

Kesimpulan selalu ada di akhir, untung atau rugi juga ada di akhir, selama itu belum berakhir maka kamu belum dapat laporan fix yang sesungguhnya. Rugimu belum rugi kalau kamu belum menjadikannya rugi, untungmu belumlah untung jika kamu belum menjualnya, begitulah jalan panjang saham.

inti dari saham adalah Kita tidak akan rugi jika kita beli dibawah. masalahnyanya adalah apa kita tau kita sedang di bawah atau di atas?. situasi seperti corona, bencana alam, perang dagang, bahkan hanya tweet dari seorang presiden amerika saja bisa menggoyahkan saham. lalu apa daya nasib seorang pembeli retail yang bermodalkan materi dari sosial media?.

Banyak sekali cerita manis saham yang sering ditemui di sosial media, tidak kah ada seorang pun yang menceritakan kerugian investasi saham, betapa dalamnya kerugian yang bisa dirasakan oleh seorang investor saham. coba tanya ke mereka yang mulai invest di 2019, bagaimana nasib portofolio mereka bulan-bulan ini, jika tanpa ditopup untuk average down, atau sejenisnya. rasanya… Ahh mantab.

beberapa pelajaran yang aku dapatkan dari saham selama dua tahun ini adalah :

  1. Jangan beli saham kalau uangmu masih pas-pasan. Sepuluh juta adalah harga yang sangat kecil dan sedikit untuk bermain saham. benar-benar sangat sedikit dan rasanya selalu ingin mentoup terus sampai ketitik rata-rata harga yang diharapkan.
  2. Jangan beli saham kalau emosimu masih labil. kamu harus terbiasa melihat uang sepuluh jutamu tadi tiba-tiba tertulis enam juta lima ratus di portofoliomu. itu bukan sebuah kerugian yang nyata jika emosimu masih stabil dan bersabar menanti nilainya kembali naik. sayangnya banyak yang justru menjual sahamnya jika merah, karena takut ia akan lebih turun menjadi lima atau bahkan empat juta. ini semua sangat mungkin terjadi dan normal terjadi untuk pada investor.
  3. Jangan beli saham karena orang lain. Aku pernah ikut instagram akun saham, tidak ada rekomendasi apapun dari akun tersebut tapi aku jadi sering ikut memperhatikan bahkan membeli saham berdasarkan komen-komen orang-orang di akun tersebut.
  4. Akan ada yg mendapatkan uangmu ketika kau membeli di mahal, akan ada yg mendapatkan uangmu ketika kau menjual murah. Timing is everything, tapi tak ada yang tahu kearah mana emiten kesayanganmu akan bergerak.

Cukup sekian dulu cerita bahayanya saham untuk para pemula. lain kali aku ingin menceritakan bagaimana untuk mengambil keputusan terbaik dalam investasi bagi para pemula.

jangan lupa baca artikel pendukung lain ya.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *