Bahagia dengan Self-Actualized

Wang sinawang, istilah familiar dalam bahasa jawa yang menggambarkan kehidupan orang lain ‘sepertinya‘ lebih bahagia dari diri sendiri. Rasa tidak nyaman dengan kehidupan sendiri, dan selalu berharap untuk bisa menjalani kehidupan orang lain.

mbak, ketok e de e ndak ada masalah ya, adem terus.”

Orang lain terlihat seperti tidak memiliki masalah dan beban dalam hidupnya. Sejatinya adalah orang yang memiliki masalah yang sama atau masalah yang lebih berat dari kita namun mereka tidak berkeluh kesah dan menjaga hati dengan baik.

Bagi seseorang yang sering overthinking seperti diriku. Terkadang ada malam-malam dimana aku tidak bisa tidur dengan nyenyak karena merasa perbuatan yang aku lakukan tadi siang ‘berlebihan‘, bahkan ada masa dimana jantungku berdegup kencang karena teringat satu dua hal yang telah aku lakukan beberapa tahun lalu.

Ada masa kesedihan menyelimuti diri, kadang mati pun menjadi solusi terbaik yang ada dalam fikiran, tapi tetap saja manusia normal hanya bergulat dalam kesedihan yang berujung pada tangisan, tidak lebih dan tidak kurang.

satu persen hal yang aku lakukan adalah menenang kan diri, meminta maaf jika salah, dan memaafkan diri sendiri atas apa yang telah dilakukan dulu kala.

Semakin dewasa semakin kesulitan mencari kebahagiaan, bukan?Belakangan ini aku bahagia dengan hidupku, aku bersyukur dengan orang-orang di sekitarku, dan merasa untuk bertahan hidup dan menjalani kehidupan sebagaimana semestinya adalah pilihan terbaik yang telah aku pilih.

Aku tidak dalam posisi yang membuat orang lain wang sinawang dengan hidupku, tapi akupun tidak dalam posisi ingin menjalani hidup orang lain saat ini. aku merasa hidupku, hari ini, saat ini adalah hidup yang pas dan bahagia.

aku belum dalam kesuksesan karir, belum juga bergelimang harta, bahkan beberapa keinginankupun belum aku dapatkan. Lalu bagaimana bahagia ini datang?

satu persen yang membuatku bahagia adalah, aku menjadi diri sendiri, dan berusaha untuk memaksimalkan diriku sendiri. dalam konsep IKIGAI, konsep bahagia dalam hidup dengan menemukan alasan untuk hidup aku dalam tahap Passion.

Konsep hidup ikigai

Aku dalam posisi melakukan yang aku suka, dan aku bisa. Menurutku ini adalah salah satu cara untuk diriku sendiri membangun pengaktualisasian diri (self actualization) setelah menjalani hari-hari dalam kehidupan yang penuh dengan kebingungan.

Melakukan sesuatu dan menyukai kegiatan ku sendiri menurutku adalah langkah awal untuk menjalani hidup yang ‘ada’

Maslow’s Hierarchy of Needs

Sejatinya tidak ada masalah berat dalam hidupku, hanya terkadang diri sendirilah yang membuat masalah dan menjadikannya beban fikiran. Caraku mengatasinya dengan memaafkan diri sendiri, menerima keadaan saat ini, dan menjalani kehidupan yang ‘ada’ dengan melakukan hal-hal yang positif setidaknya untuk diri sendiri dulu.

Itulah cerita satu persen langkahku menemukan konsep pengaktualisasian diri, yang berhasil membuat hidupku lebih nyaman dan bahagia.

Kebahagiaan yang dari hati

#SatuPersenBlogCompetition

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *